Princess Mononoke

Princess Mononoke: Film yang Bikin Kita Sadar Kalau Dunia Nggak Selalu Hitam Putih 🌿🐺


Kalau ada satu film Studio Ghibli yang menurutku paling berbeda dari kebanyakan film animasi yang pernah aku tonton, jawabannya mungkin adalah Princess Mononoke.

Jujur aja, pertama kali lihat cuplikan film ini aku kira bakal jadi cerita fantasi biasa. Ada hutan, roh-roh alam, peperangan, dan karakter yang kelihatannya seperti pahlawan dan penjahat. Tapi ternyata setelah menonton sampai selesai, aku sadar kalau film ini jauh lebih rumit dari itu.

Princess Mononoke bukan tipe film yang memberikan jawaban sederhana. Justru film ini membuat kita terus berpikir tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Dan semakin lama kita mengikuti ceritanya, semakin terasa kalau hampir semua karakter punya alasan masing-masing atas tindakan mereka.

Film ini mengikuti perjalanan Ashitaka, seorang pangeran muda yang terkena kutukan setelah melawan makhluk misterius yang dipenuhi kebencian. Demi mencari cara untuk menyembuhkan dirinya, Ashitaka meninggalkan kampung halamannya dan memulai perjalanan yang membawanya ke konflik besar antara manusia dan alam.

Di perjalanan itulah ia bertemu San, gadis yang dikenal sebagai Princess Mononoke.

Kalau biasanya karakter putri dalam dongeng digambarkan anggun dan lembut, San benar-benar kebalikannya. Dia dibesarkan oleh serigala dan menganggap dirinya bagian dari hutan, bukan manusia. Dia membenci manusia karena melihat bagaimana mereka terus merusak alam demi kepentingan mereka sendiri.

Dan jujur aja, pertama kali melihat San, aku langsung paham kenapa banyak orang menganggap dia salah satu karakter perempuan terbaik yang pernah dibuat Studio Ghibli.

San kuat.

Berani.

Keras kepala.

Tapi di balik semua itu, dia juga menyimpan banyak rasa sakit.

Dia hidup di antara dua dunia. Secara fisik dia manusia, tapi hatinya berpihak pada hutan. Konflik itu membuat karakternya terasa sangat menarik untuk diikuti.

Tapi yang membuat film ini benar-benar istimewa menurutku adalah bagaimana ceritanya tidak pernah mencoba membuat satu pihak terlihat sepenuhnya jahat.

Biasanya dalam banyak film, kita bisa langsung tahu siapa penjahatnya. Namun di Princess Mononoke, semuanya terasa jauh lebih rumit.

Manusia memang menebang hutan dan mengambil sumber daya alam. Tapi mereka juga berusaha bertahan hidup.

Di sisi lain, para roh hutan dan hewan-hewan raksasa berusaha melindungi rumah mereka dari kehancuran. Namun kemarahan dan kebencian mereka juga menyebabkan banyak korban.

Tidak ada pihak yang benar-benar bersih.

Tidak ada pihak yang sepenuhnya salah.

Dan menurutku itu yang membuat film ini terasa begitu dewasa.

Salah satu karakter yang paling menarik adalah Lady Eboshi. Awalnya mungkin banyak penonton menganggap dia sebagai antagonis utama karena memimpin tempat yang mengancam keberadaan hutan. Tapi semakin lama kita mengenalnya, semakin jelas kalau dia bukan karakter jahat.

Dia melindungi orang-orang yang terpinggirkan.

Dia memberi pekerjaan kepada mereka yang tidak diterima masyarakat.

Dia memperjuangkan kehidupan komunitasnya.

Masalahnya, untuk mencapai tujuan itu, dia harus mengambil sesuatu dari alam.

Di situlah konflik besar film ini muncul.

Film ini tidak pernah meminta kita untuk membenci Lady Eboshi.

Sebaliknya, film ini meminta kita memahami sudut pandangnya.

Dan menurutku itu luar biasa.

Selain ceritanya yang kuat, visual Princess Mononoke juga masih terasa mengagumkan sampai sekarang. Hutan dalam film ini terasa hidup. Pepohonan yang menjulang tinggi, cahaya matahari yang menembus dedaunan, suara alam yang tenang, semuanya membuat kita benar-benar percaya bahwa tempat itu ada.

Lalu ada para roh hutan yang desainnya unik banget. Ada yang lucu, ada yang misterius, ada juga yang sedikit menyeramkan. Salah satu yang paling ikonik tentu saja Forest Spirit, makhluk yang memiliki aura tenang sekaligus menakutkan pada saat yang sama.

Setiap kali karakter itu muncul di layar, suasananya langsung berubah. Rasanya seperti sedang melihat sesuatu yang jauh lebih tua dan lebih besar daripada manusia.

Hal lain yang selalu membuatku kagum adalah bagaimana film ini berani menampilkan sisi gelap dunia tanpa kehilangan keindahannya. Ada adegan perang, kematian, kemarahan, dan kebencian. Tapi di saat yang sama, ada juga momen-momen tenang yang membuat kita menghargai kehidupan dan alam.

Karena itu, Princess Mononoke terasa berbeda dibanding banyak film animasi lainnya. Film ini tidak mencoba membuat dunia terlihat sederhana. Dunia dalam film ini penuh konflik, penuh kepentingan yang bertabrakan, dan penuh pilihan sulit.

Dan bukankah kehidupan nyata juga seperti itu?

Kadang kita ingin menemukan pihak yang bisa disalahkan atas semua masalah. Kita ingin ada jawaban yang jelas. Tapi kenyataannya sering kali tidak sesederhana itu. Ada banyak sudut pandang, banyak kepentingan, dan banyak alasan yang saling bertentangan.

Menurutku itulah alasan kenapa Princess Mononoke masih terasa relevan meskipun sudah puluhan tahun berlalu. Tema yang dibahasnya tentang hubungan manusia dengan alam masih sangat dekat dengan kehidupan kita sekarang.

Semakin berkembang teknologi dan industri, semakin sering kita melihat konflik yang mirip dengan yang ada di film ini. Bagaimana cara manusia berkembang tanpa menghancurkan lingkungan? Apakah mungkin keduanya berjalan berdampingan? Sampai sekarang pun pertanyaan itu masih belum memiliki jawaban yang mudah.

Yang aku suka, film ini tidak memberikan solusi instan. Tidak ada akhir yang benar-benar sempurna. Tidak semua masalah langsung selesai begitu saja. Namun ada harapan bahwa manusia dan alam bisa belajar untuk hidup berdampingan jika mau saling memahami.

Setelah selesai menonton, aku merasa film ini bukan sekadar cerita tentang manusia melawan alam atau tentang peperangan di sebuah hutan. Film ini adalah cerita tentang keseimbangan, tentang memahami orang lain meskipun kita tidak setuju dengan mereka, dan tentang bagaimana kebencian yang terus dipelihara hanya akan membawa lebih banyak penderitaan.

Kalau kalian mencari film animasi yang penuh aksi, visual indah, karakter kuat, dan cerita yang bisa membuat kalian berpikir lama setelah kredit penutup selesai, Princess Mononoke wajib masuk daftar tontonan.

Mungkin film ini tidak sehangat My Neighbor Totoro atau seromantis Howl's Moving Castle. Tapi film ini punya sesuatu yang berbeda. Film ini membuat kita melihat dunia dengan cara yang lebih luas dan mengingatkan bahwa tidak semua hal bisa dibagi menjadi baik atau buruk.

Dan menurutku, justru itulah yang membuat Princess Mononoke menjadi salah satu karya terbaik yang pernah dibuat oleh Studio Ghibli. 🌿🐺✨ 


Penulis : Jenny

Comments

Post a Comment