Film Red Notice sempat jadi salah satu tontonan paling rame sejak rilis di Netflix. Hampir semua orang nonton atau minimal pernah lihat potongan adegannya lewat TikTok, Instagram, atau rekomendasi di aplikasi. Bahkan tanpa niat nonton pun, rasanya susah banget buat nggak “ketemu” sama film ini.
Tapi dari situ justru muncul satu pertanyaan yang cukup sering kepikiran:
π ini film emang sebagus itu, atau cuma karena hype aja? π
Kalau dilihat sekilas, Red Notice tuh punya semua elemen yang bikin orang langsung tertarik. Mulai dari genre sampai pemainnya, semuanya kayak udah disusun biar “aman” dan disukai banyak orang. Apalagi dengan kehadiran Dwayne Johnson, Ryan Reynolds, dan Gal Gadot, tiga nama yang udah punya fanbase masing-masing.
Jujur aja, sebelum nonton pun banyak orang udah punya ekspektasi tinggi. Soalnya kombinasi pemain kayak gini jarang banget gagal menarik perhatian. Ini bisa dibilang jadi main attraction dari filmnya. Bahkan buat yang nggak terlalu ngikutin film action pun, tetap penasaran karena siapa yang main.
Selain itu, genre yang dipakai juga bukan yang “ribet”. Red Notice itu campuran antara action dan comedy, dua genre yang gampang banget dinikmati. Ada adegan kejar-kejaran, ada konflik, tapi juga banyak selipan humor. Jadi suasananya nggak tegang terus, tetap santai dan ringan.
Tapi begitu filmnya ditonton, mulai deh muncul opini yang beda-beda.
Ada yang bilang seru.
Ada juga yang bilang… ya biasa aja.
Kalau dilihat lebih dalam, kritik yang sering muncul biasanya mirip-mirip:
Ceritanya simpel
Alurnya gampang ditebak
Twist-nya kurang “nendang”
Nggak terlalu beda dari film action lain
Buat penonton yang suka film dengan cerita kompleks atau penuh kejutan, hal-hal ini bisa jadi kekurangan. Bahkan ada yang ngerasa film ini terlalu “aman” dan nggak berani ambil risiko.
Tapi di sisi lain, justru kesederhanaan itu yang bikin film ini tetap banyak ditonton.
Kenapa? Karena ternyata, nggak semua orang lagi cari film yang berat.
Sekarang cara orang nonton film udah berubah banget. Dulu mungkin nonton film itu fokus penuh dari awal sampai akhir. Tapi sekarang, apalagi di platform streaming, banyak yang nonton sambil ngelakuin hal lain.
Contohnya:
sambil makan π
sambil rebahan π΄
sambil buka HP π±
atau bahkan cuma jadi background entertainment
Dalam kondisi kayak gini, film yang terlalu kompleks malah bisa terasa capek buat diikuti. Harus fokus, harus mikir, harus inget detail cerita. Nggak semua orang lagi pengen itu.
Nah, di sinilah Red Notice jadi relevan.
Film ini masuk kategori:
easy to watch
light entertainment
nggak perlu mikir keras
Jadi walaupun ceritanya sederhana, tetap enak diikutin dari awal sampai akhir. Penonton nggak dituntut buat memahami plot yang ribet, cukup menikmati alurnya aja.
π Kalau mau kepoin filmnya lebih jauh, langsung aja klik link ini:
Selain itu, ada satu hal yang cukup penting dan sering jadi penyelamat film kayak gini: chemistry antar pemain. Kalau ceritanya nggak terlalu kuat, interaksi karakter jadi kunci utama. Dan di Red Notice, ini cukup terasa.
Ryan Reynolds, misalnya, bawa gaya humor yang khas banget ⭐cepat, sarkastik, dan kadang random. Hampir di setiap situasi, dia bisa bikin suasana jadi lebih santai. Bahkan di momen yang harusnya tegang pun, tetap ada celah buat bercanda.
Dwayne Johnson di sisi lain tampil lebih kalem dan cool. Karakternya jadi semacam penyeimbang dari Ryan Reynolds yang lebih “rame”. Sementara Gal Gadot tampil elegan dan punya aura misterius yang bikin dinamikanya makin menarik. Interaksi antara tiga karakter ini yang akhirnya bikin film tetap terasa hidup.
Kadang, yang bikin orang ingat dari film ini bukan plot-nya, tapi:
dialognya π
candaan antar karakter π
atau momen-momen kecil yang relatable
Ini juga yang bikin filmnya punya fun faktor yang cukup kuat.
Kalau dipikir-pikir, Red Notice itu bukan tipe film yang ingin jadi “yang terbaik” dari segi cerita. Tapi lebih ke film yang ingin jadi “yang paling mudah dinikmati”.
Dan ternyata, pendekatan ini berhasil.
Kalau kita lihat lebih luas, fenomena ini bukan cuma terjadi di Red Notice. Banyak film action modern sekarang pakai formula yang mirip:
aksi yang seru π₯
humor yang ringan π
bintang besar ⭐
Formula ini mungkin terdengar klise, tapi masih works banget. Contohnya bisa dilihat di Fast & Furious yang juga mengandalkan aksi dan karakter, atau Mission: Impossible yang fokus ke ketegangan tapi tetap punya elemen hiburan.
Bedanya, Red Notice dibuat lebih santai dan nggak terlalu serius. Nggak banyak momen yang bikin tegang banget atau emosional banget. Semuanya dikemas supaya tetap ringan. Hal lain yang menarik adalah soal rewatch value.
Film kayak gini biasanya:
gampang ditonton ulang π
nggak butuh effort besar buat ngikutin lagi
tetap enjoyable walau udah tahu ceritanya
Ini jadi nilai tambah, terutama di platform streaming. Karena penonton punya kebebasan buat nonton kapan aja, bahkan berkali-kali.
Selain itu, Red Notice juga punya kelebihan dari sisi “universal”. Ceritanya nggak terlalu spesifik atau berat secara budaya, jadi bisa dinikmati oleh penonton dari berbagai negara. Humor yang dipakai juga cukup umum, nggak terlalu niche. Makanya nggak heran kalau film ini bisa jadi populer secara global.
Tapi tentu aja, bukan berarti film ini sempurna.
Beberapa kritik yang cukup masuk akal antara lain:
terlalu bergantung pada nama besar aktor
kurang inovatif dari segi cerita
terasa seperti “film template”
Dan jujur, pendapat itu valid. Dengan budget yang besar dan pemain terkenal, ekspektasi penonton pasti tinggi. Jadi wajar kalau ada yang berharap lebih dari sekadar hiburan ringan. Tapi di sisi lain, penting juga buat lihat tujuan film ini dari awal.
Red Notice nggak mencoba jadi film yang kompleks atau penuh makna. Film ini dari awal memang didesain buat jadi tontonan yang fun, cepat dinikmati, dan bisa menjangkau banyak orang. Dan kalau dilihat dari jumlah penonton dan popularitasnya, bisa dibilang tujuan itu tercapai.
Di sini jadi kelihatan kalau “film bagus” itu sebenarnya relatif.
Buat sebagian orang π bagus = cerita kuat, kompleks, penuh makna
Tapi buat yang lain π bagus = seru, ringan, dan menghibur
Dan Red Notice jelas lebih condong ke yang kedua. Jadi kalau ditanya, apakah film ini bagus?
Jawabannya nggak hitam putih.
Kalau kamu datang dengan ekspektasi tinggi soal cerita, mungkin kamu bakal ngerasa film ini biasa aja. Tapi kalau kamu cuma pengen hiburan santai tanpa ribet, film ini justru bisa jadi pilihan yang pas.
Kadang kita memang nggak selalu butuh film yang berat atau “berkualitas tinggi” dalam arti serius. Kadang kita cuma butuh sesuatu yang bisa nemenin waktu santai tanpa harus mikir terlalu banyak.
Dan mungkin, itu juga alasan kenapa film Red Notice tetap ditonton banyak orang. Bukan karena film ini sempurna, tapi karena film ini tahu cara menghibur.
π simple, fun, and easy to enjoy ✨
Menurut kamu, film kayak gini cukup jadi hiburan aja, atau harusnya punya cerita yang lebih ‘niat’?
Penulis : Cecillia Fernanda
Comments
Post a Comment