Kalau dengar kata Ultraman, mungkin yang langsung terbayang adalah pertarungan raksasa, monster-monster besar, dan jurus cahaya yang ikonik. Aku juga awalnya berpikir begitu saat mulai menonton Ultraman: Rising.
Makanya aku cukup kaget ketika sadar kalau film ini ternyata bukan cuma soal menyelamatkan dunia dari monster. Di balik semua aksi dan pertarungannya, film ini justru banyak membahas keluarga, tanggung jawab, dan proses menjadi seseorang yang lebih dewasa.
Film ini berfokus pada Ken Sato, seorang atlet bisbol terkenal yang diam-diam juga merupakan Ultraman generasi terbaru. Sekilas, Ken terlihat seperti orang yang punya segalanya. Dia terkenal, berbakat, dan dikagumi banyak orang. Tapi semakin lama cerita berjalan, kita mulai melihat kalau hidupnya tidak sesempurna yang terlihat dari luar.
Semuanya menjadi lebih rumit ketika setelah sebuah pertarungan, Ken malah harus mengurus seekor bayi kaiju bernama Emi.
Dan jujur aja, dari sinilah film ini benar-benar bersinar.
Awalnya aku mengira Emi hanya akan menjadi karakter lucu untuk mencairkan suasana. Ternyata perannya jauh lebih penting dari itu. Hubungan antara Ken dan Emi berkembang dengan cara yang natural dan menyenangkan untuk diikuti. Kita bisa melihat bagaimana seseorang yang awalnya bahkan kesulitan mengurus dirinya sendiri perlahan belajar bertanggung jawab terhadap makhluk lain.
Yang aku suka, film ini tidak langsung membuat Ken berubah menjadi sosok yang sempurna. Dia tetap melakukan kesalahan, tetap bingung, dan sering kali tidak tahu harus berbuat apa. Justru karena itu perkembangannya terasa lebih realistis.
Salah satu hal yang paling membuatku menikmati film ini adalah hubungan antara para karakternya. Meskipun ada banyak adegan aksi dan monster raksasa, inti cerita sebenarnya ada pada hubungan keluarga. Ken memiliki hubungan yang cukup rumit dengan ayahnya, dan konflik itu menjadi salah satu bagian paling emosional dalam film.
Menurutku, banyak orang bisa relate dengan hal ini. Kadang hubungan keluarga tidak selalu berjalan mulus. Ada kesalahpahaman, ekspektasi yang berbeda, dan perasaan yang sulit diungkapkan. Film ini berhasil membahas hal tersebut tanpa terasa terlalu berat.
Selain ceritanya, visual film ini juga luar biasa. Dari awal sampai akhir, animasinya terasa sangat hidup. Gerakan karakternya halus, ekspresi wajahnya detail, dan adegan pertarungannya terlihat spektakuler. Bahkan beberapa adegan kota Tokyo di malam hari terlihat sangat cantik.
Yang membuatku semakin kagum adalah desain Emi. Serius, bayi kaiju ini mungkin salah satu makhluk paling menggemaskan yang pernah muncul dalam film monster. Kadang dia membuat kekacauan besar, kadang dia bertingkah seperti bayi pada umumnya, dan hampir setiap kemunculannya berhasil membuat suasana jadi lebih hangat.
Tapi jangan salah. Meskipun banyak momen lucu dan menggemaskan, film ini tetap punya adegan aksi yang seru. Pertarungan Ultraman melawan kaiju tetap menjadi bagian penting dari cerita. Efek visualnya keren, gerakannya cepat, dan cukup membuat penonton tegang di beberapa bagian.
Menurutku yang membuat Ultraman: Rising terasa spesial adalah bagaimana film ini berhasil menyeimbangkan banyak hal sekaligus. Ada aksi superhero, ada komedi, ada drama keluarga, ada momen emosional, dan semuanya terasa menyatu dengan baik.
Bahkan buat orang yang tidak pernah mengikuti serial Ultraman sebelumnya, film ini tetap mudah dinikmati. Aku rasa itulah salah satu kekuatan terbesarnya. Film ini tidak mengharuskan penonton memahami puluhan tahun sejarah Ultraman untuk bisa menikmati ceritanya.
Setelah selesai menonton, aku justru lebih mengingat hubungan Ken dan Emi dibanding pertarungan monster yang ada di dalamnya. Dan menurutku itu pujian besar. Karena pada akhirnya, yang membuat sebuah film berkesan bukan hanya seberapa besar ledakan atau seberapa keren aksinya, tetapi seberapa kuat hubungan emosional yang bisa dibangun dengan penontonnya.
Kalau kalian mencari film animasi yang seru, visualnya keren, punya banyak momen lucu, tapi juga bisa membuat hati hangat, Ultraman: Rising layak banget masuk daftar tontonan.
Awalnya mungkin kalian datang untuk melihat Ultraman melawan monster raksasa. Tapi besar kemungkinan kalian akan bertahan karena seekor bayi kaiju kecil bernama Emi yang berhasil mencuri perhatian sepanjang film. 🦖💛✨
Dan jujur aja, setelah selesai menonton, aku jadi paham kenapa banyak orang bilang bahwa Ultraman: Rising bukan cuma film tentang superhero. Ini adalah film tentang tumbuh dewasa, belajar bertanggung jawab, dan menemukan keluarga di tempat yang tidak pernah kita duga sebelumnya. 🌟❤️
Penulis : Jenny
🫨
ReplyDelete