Ah Boys to Men 4 (2017): Lebih Dewasa, Lebih Personal, Tapi Tetap Nggak Kehilangan Kekacauannya


Ada titik di mana sebuah franchise harus memilih: tetap bermain aman dengan formula lama atau mencoba tumbuh bersama karakternya sendiri 🎖️

Ah Boys to Men 4 (2017) terasa seperti mencoba melakukan keduanya. Film ini masih punya humor dan chaos khas seri sebelumnya, tapi sekarang ada nuansa yang jauh lebih dewasa dan personal.

Masih diarahkan oleh Jack Neo, cerita kali ini terasa lebih dekat dengan kehidupan setelah masa muda yang “bebas” mulai lewat. Para karakter bukan lagi recruit baru yang bingung menghadapi latihan, tapi orang-orang yang mulai menghadapi realita hidup yang lebih kompleks.

Dan jujur, itu justru membuat film ini terasa lebih relatable.

Walaupun dunia militernya masih jadi latar utama, fokus film sekarang lebih banyak ke bagaimana para karakter menghadapi perubahan dalam hidup mereka. Ada yang mulai memikirkan masa depan, hubungan pribadi, pekerjaan, bahkan bagaimana mempertahankan pertemanan ketika semua orang mulai berjalan ke arah hidup masing-masing.

Tone film ini terasa lebih tenang dibanding sebelumnya. Kekacauan khas mereka memang masih ada 😭 tapi sekarang tidak terlalu mendominasi cerita. Humor lebih terasa seperti bagian natural dari hubungan antar karakter, bukan sekadar dibuat untuk bikin penonton ketawa.

Yang paling terasa adalah bagaimana film ini menunjukkan perubahan para karakter secara perlahan. Mereka masih suka bercanda, masih kadang bertindak bodoh, tapi sekarang ada rasa bahwa mereka sudah melewati banyak hal bersama.

Uploading: 371712 of 1840226 bytes uploaded.


Dan mungkin itu yang bikin emosinya lebih kena.

Ada semacam nostalgia di sepanjang film; perasaan bahwa masa-masa chaos itu perlahan mulai berubah jadi kenangan. Film ini nggak benar-benar bicara soal “menjadi dewasa” secara dramatis, tapi lebih ke proses menerima bahwa hidup akan terus berjalan dan semua orang perlahan berubah.

Interaksi antar karakter tetap jadi bagian terbaiknya. Chemistry mereka terasa sangat natural, sampai kadang rasanya lebih seperti melihat grup teman lama daripada karakter film 😭

Walaupun begitu, pacing film ini memang terasa lebih santai. Buat yang mencari chaos dan energi sebesar film-film sebelumnya, mungkin bagian ini terasa sedikit lebih lambat. Tapi justru karena lebih personal, film ini punya emotional weight yang berbeda.

Pada akhirnya, Ah Boys to Men 4 terasa seperti surat cinta untuk perjalanan panjang para karakternya. Tidak selalu heboh, tidak selalu besar, tapi cukup hangat untuk jadi penutup yang nyaman diikuti.

Dan kadang, seeing people grow little by little itu justru lebih berkesan daripada drama besar 😉

🔗 Referensi & Info Tambahan

🎥 Tempat Nonton Legal
Film ini biasanya tersedia di platform seperti:

  • Apple TV

Disarankan cek langsung untuk ketersediaan region Indonesia.

Menurut kamu, franchise yang panjang itu lebih bagus tetap mempertahankan vibe lama atau ikut “dewasa” bersama karakternya?

Penulis: Vivian Huang


Comments