Frozen: Bukan Cuma Cerita Putri Disney Biasa


Pernah nggak sih nonton film animasi yang awalnya kelihatan ringan, tapi ternyata punya cerita yang cukup dalam? Itu juga yang terasa waktu nonton Frozen.

Awalnya mungkin banyak orang mikir film ini cuma tentang putri kerajaan, sihir es, dan lagu yang catchy. Tapi semakin ceritanya berjalan, ternyata ada banyak hal yang terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata tentang rasa takut, tekanan, hubungan saudara, sampai bagaimana seseorang mencoba menerima dirinya sendiri.

Dan jujur aja, mungkin itu juga alasan kenapa Frozen masih terus diingat sampai sekarang.

Kalau kamu belum familiar sama filmnya, kamu bisa lihat detail lengkapnya di:

https://en.wikipedia.org/wiki/Frozen_(2013_film)

Ceritanya Sebenarnya Tentang Apa?

Cerita di film ini berpusat pada dua saudara perempuan, Elsa dan Anna.

Elsa punya kekuatan untuk menciptakan es dan salju. Waktu kecil, kekuatan itu terlihat indah dan menyenangkan. Tapi semuanya berubah ketika tanpa sengaja kekuatannya melukai Anna.

Sejak saat itu, Elsa mulai hidup dengan rasa takut.

  • Takut melukai orang lain.
  • Takut kehilangan kendali.
  • Dan takut dianggap berbeda.

Karena itulah dia mulai menutup diri dari dunia luar, bahkan dari adiknya sendiri.

Sementara itu, Anna tumbuh sebagai sosok yang jauh lebih terbuka dan penuh rasa penasaran. Dia nggak benar-benar ngerti kenapa kakaknya berubah begitu jauh.

Dan dari sinilah konflik mereka mulai terasa.

Elsa: Karakter yang Nggak Sesederhana Itu


Menurutku, salah satu alasan kenapa Frozen terasa beda dibanding film Disney lain adalah karakter Elsa.

Biasanya karakter utama di film animasi digambarkan percaya diri dan selalu tahu apa yang harus dilakukan.

Tapi Elsa justru kebalik.

Dia kuat, tapi juga takut. Dia punya kemampuan luar biasa, tapi malah merasa itu adalah beban.

Yang menarik, rasa takut Elsa terasa cukup realistis.

Kadang seseorang memang bukan takut karena lemah, tapi karena terlalu lama menyimpan tekanan sendirian.

Dan itu yang bikin karakternya terasa lebih manusiawi.

Anna dan Cara Dia Melihat Dunia

Kalau Elsa penuh ketakutan, Anna justru jadi kebalikannya.

Dia lebih spontan, ceria, dan berani mengambil keputusan.

Walaupun kadang terlihat terlalu polos, justru itu yang bikin karakternya terasa hangat.

Anna terus mencoba memperbaiki hubungan dengan kakaknya, bahkan ketika dia sendiri nggak benar-benar ngerti apa yang sebenarnya terjadi.

Dan menurutku, hubungan antara Anna dan Elsa adalah inti paling kuat dari film ini.

Karena pada akhirnya, cerita mereka bukan cuma soal sihir atau kerajaan.

Tapi soal keluarga.

Bukan Sekedar Kisah Cinta

Hal lain yang bikin Frozen terasa beda adalah fokus ceritanya.

Kalau banyak film Disney lama berakhir dengan kisah cinta romantis, film ini justru lebih menonjolkan hubungan saudara.

Dan menurutku itu jadi salah satu hal paling menarik.

Film ini seperti ingin menunjukkan kalau cinta nggak selalu harus datang dari pasangan.

Kadang, bentuk cinta yang paling kuat justru datang dari keluarga.

Kenapa Film Ini Terasa Dekat?

Walaupun setting-nya kerajaan bersalju dan penuh sihir, banyak emosi dalam film ini yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.

Contohnya:

  • rasa takut untuk jadi diri sendiri
  • tekanan untuk terlihat sempurna
  • rasa kesepian
  • hubungan keluarga yang renggang
  • keinginan untuk diterima

Hal-hal seperti ini mungkin sederhana, tapi banyak orang pernah merasakannya.

Makanya film ini terasa lebih emosional dibanding kelihatannya.

Visual dan Musiknya Bikin Film Ini Makin Kuat

Nggak bisa dipungkiri, salah satu kekuatan terbesar Frozen juga ada di visual dan musiknya.

Dunia salju yang ditampilkan terasa indah banget, terutama di beberapa adegan yang melibatkan kekuatan Elsa.

Ditambah lagi lagu-lagunya cukup memorable.

Bahkan orang yang belum nonton pun biasanya tetap tahu lagu Let It Go.

Tapi menurutku, lagu di film ini bukan cuma pelengkap.

Lagu-lagunya justru membantu menunjukkan perasaan karakter, terutama Elsa.

Tapi, Nggak Semuanya Sempurna

Walaupun secara keseluruhan film ini bagus, tetap ada beberapa hal yang mungkin terasa kurang.

  • beberapa bagian terasa terlalu cepat
  • ada karakter yang kurang digali lebih dalam
  • konflik tertentu selesai terlalu mudah

Tapi jujur aja, hal-hal ini nggak terlalu mengganggu pengalaman menonton.

Karena kekuatan utama film ini tetap ada di emosinya.

Hal yang Paling Terasa Setelah Nonton

Setelah filmnya selesai, yang paling terasa bukan cuma visual atau lagunya.

Tapi pesan tentang menerima diri sendiri.

Elsa terlalu lama hidup dalam ketakutan. Dia mencoba menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya. Dan semakin dia menekan semuanya, semakin besar juga rasa takut itu.

Menurutku, bagian ini cukup relate.

Kadang seseorang memang terlalu takut dianggap berbeda sampai akhirnya memilih menutup diri.

Padahal, belum tentu semua orang akan menolaknya.

Akhirnya, Balik Lagi ke Kamu…

Menurutku, Frozen bukan cuma film animasi biasa.

Di balik dunia salju dan musiknya, ada cerita tentang rasa takut, keluarga, dan bagaimana seseorang belajar menerima dirinya sendiri.

Dan mungkin itu yang bikin film ini masih terasa relevan sampai sekarang.

๐Ÿ‘‰ Kalau kamu ada di posisi Elsa…

kamu bakal terus menyembunyikan diri demi melindungi orang lain?

๐Ÿ‘‰ atau mulai mencoba menerima diri sendiri, walaupun itu terasa menakutkan?

Nggak ada jawaban yang benar atau salah.

Karena pada akhirnya, setiap orang punya caranya sendiri untuk menghadapi rasa takut.

Penulis: Serendra Tan Siling

Comments

  1. Film frozen seperti lebih menonjolkan pada keluarga, terutama hubungan saudara agar lebih memahami dan membutuhkan satu sama lain

    ReplyDelete
  2. Karakter favorit aku elsaa๐Ÿซฐ๐Ÿป

    ReplyDelete
  3. ditunggu season selanjutnyaa

    ReplyDelete

Post a Comment