Frieren: Beyond Journey's End — Anime yang Pelan, Tenang, Tapi Diam-Diam Ngena Banget ๐Ÿ‚✨



Kalau biasanya anime fantasi dimulai dengan petualangan untuk mengalahkan Raja Iblis, maka Frieren: Beyond Journey's End justru dimulai setelah semuanya selesai.

Dan jujur aja, itu yang bikin anime ini terasa berbeda sejak episode pertama.

Biasanya kita melihat para pahlawan berjuang, bertarung, dan akhirnya menyelamatkan dunia. Tapi Frieren bertanya satu hal yang jarang dibahas:

"Apa yang terjadi setelah petualangannya berakhir?"

Tokoh utamanya adalah Frieren, seorang penyihir elf yang hidup jauh lebih lama dibanding manusia biasa. Setelah berhasil mengalahkan Raja Iblis bersama teman-temannya, kelompok pahlawan mereka berpisah dan kembali menjalani kehidupan masing-masing.

Bagi Frieren, sepuluh tahun perjalanan bersama teman-temannya terasa sangat singkat.

Namun bagi manusia, sepuluh tahun adalah waktu yang panjang.

Dan di situlah semuanya dimulai.

Saat Frieren bertemu kembali dengan teman-temannya beberapa dekade kemudian, dia mulai menyadari sesuatu yang selama ini tidak pernah benar-benar ia pikirkan. Waktu yang ia miliki hampir tidak terbatas, sedangkan waktu manusia sangatlah singkat.

Hal yang mungkin terasa biasa bagi Frieren ternyata sangat berharga bagi orang lain.

Jujur aja, episode-episode awal anime ini langsung membuatku diam beberapa kali.

Bukan karena ada adegan sedih yang berlebihan.

Justru karena semuanya terasa sederhana.

Kadang hanya percakapan singkat.

Kadang hanya kenangan kecil.

Kadang hanya penyesalan karena tidak mengenal seseorang lebih dalam saat masih ada kesempatan.

Dan entah kenapa, itu terasa sangat manusiawi.

Salah satu hal yang paling aku suka dari Frieren adalah cara anime ini menghargai momen-momen kecil.

Di banyak anime fantasi, fokus utamanya biasanya ada pada pertarungan besar atau ancaman yang bisa menghancurkan dunia.

Di Frieren, kita bisa mendapatkan satu episode penuh hanya tentang mencari bunga tertentu, mengunjungi desa lama, atau mengingat seseorang yang sudah lama pergi.

Terdengar membosankan?

Anehnya tidak sama sekali.

Justru momen-momen itulah yang membuat anime ini terasa hidup.

Perjalanan Frieren bukan tentang menyelamatkan dunia lagi. Dunia sudah diselamatkan sejak lama.

Perjalanannya sekarang adalah memahami orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya.

Dan menurutku itu konsep yang indah banget.

Selain Frieren, karakter-karakter pendukungnya juga luar biasa.

Ada Fern, murid Frieren yang sering menjadi suara akal sehat di tengah tingkah gurunya yang kadang absurd.

Fern mungkin terlihat tenang dan dewasa, tetapi semakin lama kita mengenalnya, semakin terlihat sisi-sisi lucunya.

Lalu ada Stark yang meskipun kuat, sering kali justru panik lebih dulu sebelum bertarung.

Interaksi Fern dan Stark sering menjadi sumber humor yang bikin senyum-senyum sendiri.

Mereka bukan pasangan yang langsung romantis atau dramatis. Hubungannya berkembang perlahan dan terasa natural, seperti kebanyakan hal dalam anime ini.

Yang membuat Frieren semakin spesial adalah visualnya.

Setiap pemandangan terasa seperti lukisan.

Padang rumput yang luas.

Langit senja yang hangat.

Pegunungan yang tertutup salju.

Hutan yang tenang.

Ada banyak adegan di mana sebenarnya tidak terjadi apa-apa, tetapi aku tetap betah melihat layarnya karena suasananya begitu nyaman.

Kadang anime ini terasa seperti perjalanan santai yang kebetulan memiliki sihir dan monster.

Tapi jangan salah.

Meskipun terkenal tenang, saat adegan pertarungan muncul, kualitasnya tetap luar biasa.

Animasi sihirnya indah.

Koreografinya keren.

Dan karena pertarungan tidak muncul setiap saat, setiap momen aksi terasa lebih spesial.

Salah satu hal yang paling membekas bagiku adalah tema waktu yang terus muncul sepanjang cerita.

Sebagai manusia, kita sering merasa punya banyak waktu.

Kita menunda bertemu seseorang.

Menunda menghubungi teman lama.

Menunda mengatakan hal-hal yang sebenarnya ingin kita sampaikan.

Tapi Frieren mengingatkan bahwa waktu berjalan lebih cepat dari yang kita sadari.

Dan kadang ketika kita akhirnya ingin melakukannya, kesempatan itu sudah tidak ada lagi.

Anime ini tidak pernah menyampaikan pesan itu secara menggurui.

Tidak ada ceramah panjang.

Tidak ada dialog yang terasa dipaksakan.

Pesannya muncul lewat pengalaman Frieren sendiri saat mencoba memahami orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.

Itulah yang membuatnya terasa begitu menyentuh.

Menurutku alasan kenapa Frieren begitu disukai banyak orang adalah karena anime ini tidak berusaha membuat penontonnya terus berteriak kegirangan atau tegang setiap menit.

Sebaliknya, anime ini mengajak kita melambat.

Menghargai perjalanan.

Mengingat kenangan.

Dan menikmati hal-hal kecil yang sering kita lewatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah selesai menonton beberapa episodenya, aku sering merasa aneh.

Bukan sedih.

Bukan juga bahagia.

Tapi seperti sedang mengenang sesuatu yang bahkan tidak pernah aku alami.

Dan mungkin itulah kekuatan terbesar Frieren.

Anime ini berhasil membuat cerita fantasi terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata.

Kalau kalian mencari anime yang penuh aksi tanpa henti, mungkin Frieren bukan pilihan pertama.

Tapi kalau kalian ingin cerita yang hangat, emosional, penuh karakter yang lovable, visual yang cantik, dan pesan yang akan terus teringat bahkan setelah episode terakhir selesai, Frieren: Beyond Journey's End wajib banget masuk daftar tontonan.

Karena pada akhirnya, anime ini bukan tentang mengalahkan Raja Iblis.

Itu sudah selesai sejak awal.

Anime ini adalah tentang memahami orang-orang yang pernah hadir dalam hidup kita, menghargai waktu yang kita miliki, dan belajar bahwa perjalanan yang paling penting terkadang dimulai setelah cerita utama berakhir. ๐Ÿ‚๐Ÿ’™✨๐ŸŒ™

Dan jujur aja, aku datang untuk melihat anime fantasi.

Yang kudapat malah krisis eksistensial ringan setiap minggu. ๐Ÿ˜ญ✋๐Ÿป✨

Penulis : Jenny

Comments

Post a Comment