The Cat Returns 🐱✨


Kalau ngomongin film-film Studio Ghibli, biasanya yang langsung muncul di kepala orang itu Spirited Away, Howl's Moving Castle, atau My Neighbor Totoro. Padahal ada satu film yang menurutku sering kurang dapat perhatian, yaitu The Cat Returns.

Jujur aja, waktu pertama kali nonton film ini aku nggak punya ekspektasi apa-apa. Aku cuma mikir, "Oh, film Ghibli tentang kucing." Selesai.

Tapi ternyata setelah nonton, aku malah senyum-senyum sendiri hampir sepanjang film.

Mungkin The Cat Returns nggak sekompleks Howl's Moving Castle atau seambisius Spirited Away, tapi justru di situlah daya tariknya. Film ini sederhana, ringan, lucu, dan punya suasana yang bikin nyaman banget. Rasanya kayak baca dongeng sebelum tidur, tapi versi Studio Ghibli.

Cerita yang Dimulai dari Kebaikan Kecil

Tokoh utama film ini adalah Haru, seorang siswi SMA yang sebenarnya cukup biasa. Dia sering terlambat, agak ceroboh, kurang percaya diri, dan sering merasa hidupnya berjalan begitu saja. Suatu hari, saat pulang sekolah, dia melihat seekor kucing hampir tertabrak truk. Tanpa banyak mikir, Haru langsung menolong kucing itu. mulai belajar mempercayai dirinya sendiri. ongin Baron dulu.

Karena kalau nggak, rasanya dosa.

mungkin adalah salah satu karakter kucing paling keren yang pernah dibuat Studio Ghibli.

Bayangin seekor kucing yang selalu berpakaian rapi, sopan, tenang, berani, dan selalu muncul di waktu yang tepat.

Dia punya aura karakter yang masuk ruangan lalu semua orang langsung merasa aman.

Setiap kali Baron muncul, rasanya suasana film langsung berubah.

Ada sesuatu dari caranya berbicara, bergerak, dan memperlakukan orang lain yang bikin dia karismatik banget.

Dan yang lucunya, aku sering lihat orang bercanda kalau standar pasangan mereka rusak gara-gara Baron.

Jujur?

Aku ngerti sih. 😭

Tapi yang aku suka, Baron nggak pernah terasa terlalu sempurna. Dia tetap punya sisi hangat dan menyenangkan yang membuatnya terasa lebih seperti teman daripada pahlawan super.


Muta, Si Kucing Bulat yang Nyebelin Tapi Gemas

Kalau Baron adalah definisi elegan, maka Muta adalah kebalikannya.

Dan itu pujian.

Muta adalah kucing besar, pemarah, suka makan, suka mengeluh, dan sering terlihat seperti nggak peduli pada apa pun.

Tapi justru karena itu dia lucu banget.

Interaksi Muta dengan karakter lain sering jadi sumber komedi terbaik di film ini.

Dia tipe karakter yang kalau ada masalah besar, bukannya panik malah ngomel dulu.

Aku suka karakter seperti ini karena membuat dunia fantasi film terasa lebih hidup. Tidak semua karakter harus keren dan heroik. Kadang karakter yang paling diingat justru karakter yang suka marah-marah tapi diam-diam peduli.

Kerajaan Kucing yang Absurd Tapi Menarik

Salah satu bagian paling seru dari film ini adalah saat Haru masuk ke Kerajaan Kucing.

Dan serius, tempat ini aneh banget.

Tapi aneh dalam cara yang menyenangkan.

Ada kucing yang berjalan dengan dua kaki.

Ada pesta besar.

Ada istana megah.

Ada aturan-aturan yang masuk akal bagi kucing, tapi terdengar sangat absurd bagi manusia.

Semakin lama Haru berada di sana, semakin terasa kalau dunia tersebut benar-benar dibuat untuk memenuhi keinginan kucing, bukan manusia. ebahagiaan datang ketika kita berani menjadi diri sendiri. hibur, semuanya berhasil membuat film ini terasa spesial.


Penulis : Jenny

Comments

Post a Comment